Agensi Berita Ahlul Bait (ABNA24.com) - Belum surut masalah terrorisme, rakyat Indonesia digemparkan dengan isu kedatangan ulama Wahabi yang ajarannya terkenal sinonim dengan ekstrem dan penumpahan darah golongan yang tidak sependapat dengan mereka.
Terbaru, beribu-ribu tandangan telah dikumpul dalam satu petisyen yang ditujukan kepada Dewan Masjid Istiqlal agar menolak kedatangan pengganas tersebut yang dijangka akan memberi ucapan pada 16 Januari 2016, di Masjid Istiqlal.
Gerakan mengumpul tandatangan tersebut disiarkan dalam Republika (24/11/2015) dengan judul "Disangka Dukung ISIS, Dai Al-Arifi Ditolak Netizen Ceramah di Masjid Istiqlal".
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memberi peringatan bahawa ulama Saudi Muhammad Arefi merupakan penyokong kelompok sayap Negara Islam Iraq dan Syria (ISIS). BNPT sekarang ini sedang giat memantau kedatangan Arefi ke Indonesia.
"Data umum, dia (Arefi) adalah pendukung Jabahat Al Nusro, bahagian dari ISIS," ujar Staf Ahli Deputi Pencegahan BNPT Wawan Hari Purwanto.
Menurut Wawan, Arefi sudah beberapa kali ditahan kerajaan Arab Saudi atas tindakannya yang dianggap berpotensi menganggu keamanan awam. BNPT khuatir Arefi akan memprovokasi warga Indonesia untuk melaksanakan ajaran-ajaran ISIS yang bertentangan dengan Pancasila. "Rencana mau Tablig Akbar di Istiqlal, Januari 2016, dikhuatirkan dapat membangkitkan semangat jihad simpatisan ISIS dan khilafah," ujar Wawan.